This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.


Running Lamp

0 komentar






RUNNING LAMP SEBAGAI
MEDIA / ALAT PEMBELAJARAN
BERBASIS KOMPUTER, MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN ASSEMBLER


Disusun

DALAM RANGKA MENGIKUTI LOMBA KREATIVITAS INNOVATIF IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF PADA SEKOLAH UNGGULAN



Oleh :





Drs. BARTO, S.ST
NIP. 132057872









SMK NEGERI 1 MAKALE
KABUPATEN TANA TORAJA
PROPINSI SULAWESI SELATAN
2007

LEMBAR PENGESAHAN


Judul Karya Innovatif : RUNNING LAMP SEBAGAI MEDIA / ALAT PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER, MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN ASSEMBLER

Nama penulis : Drs. Barto, S.ST

N I P : 132057872

Unit kerja : SMK Negeri I Makale

Makale, 26 Nopember 2007

Menyetujui,
Kepala SMKN I Makale




Drs. Rede Roni Bare, M.Pd
NIP. 131840039























LEMBAR PENETAPAN

Judul Karya Innovatif : RUNNING LAMP SEBAGAI MEDIA / ALAT PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER, MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN ASSEMBLER

Nama penulis : Drs. Barto, S.ST

N I P : 132057872

Unit kerja : SMK Negeri I Makale

Setelah mempresentasekan hasil karya ini pada
Hari / Tanggal : Selasa, 4 Desember 2007
Tempat : Hotel Grand Palace, Makassar
Maka Dewan Juri Menetapkan Sebagai

JUARA KE – 2

Dalam Rangka Lomba Kreatifitas Innovatif Implementasi Manajemen Sekolah Efektif Dan Model Pembelajaran Efektif tingkat SMK Pada Sekolah Unggulan Se - Sulawesi Selatan

Ditetapkan di Makassar, 4 Desember 2007
Dewan juri :


1. Drs. Bernard, MS ( …………………………..) 
ketua

2. Dr. Salam, M.Pd (…………………………...)
Anggota

3 Drs. Abdullah Pandang, M.Pd 
(……………..………….) 
Anggota

4. Drs. Fachry Kahar, M.Si (…………………………..)
Anggota

5. Drs. Ansar, M.Pd (…………………………...)
.. Anggota


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena atas bimbinganNya sehingga kami dapat meyelesaikan pembelajaran berbasis Komputer menggunakan bahasa assembler sebagai bahasa pemrograman.

Media/ alat pemelajaran ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kompetensi pemrograman, dimana kompetensi ini sebagai muatan lokal yang diajarkan di kelas 2 pada jenis kurikulukm KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan ) pada SMKN I Makale.
.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan, dan Universitas Negeri Makassar yang telah memberii kesempatan kepada penulis untuk berkarya. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Kepala SMKN I Makale yang telah memberi motivasi untuk mengikuti lomba innovatif ini.
.
Kami menyadari, bahwa pembuatan media ini masih jauh dari sempurna, sehingga lewat kesempatan ini, penulis mengharapkan masukan /saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan model pembelajaran ini, agar tujuan pendidikan dapat tercapai khususnya disekolah kami SMKN I Makale, dan di Negara Republik Indonesia ini yang sama kita cintai.


Makale, 26 Nopember2007
Penulis





Drs. Barto, S.ST
NIP. 132057872





DAFTAR ISI


Halaman Sampul ………………………………………… 1
Lembar pengesahan ………………………………………… 2
Kata Pengantar ………………………………………… 3
Daftar isi ………………………………………… 4

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………… 5
I.1 Latar Belakang Masalah ………………………………………… 5
I.2 Tujuan ………………………………………… 7
I.3 Manfaat ………………………………………… 7
a. Bagi Guru ………………………………………… 7
b. Bagi Siswa ………………………………………… 7
I.4 Batasan Masalah ………………………………………… 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .……………………………………. 8
II.1 Kajian Teoritis ………………………………………… 8
II.2 Bahasa Pemrograman ………………………………………… 10

BAB III ALAT EVALUASI ………………………………………… 13

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………… 16
A, Kesimpulan …………………………………………. 16
B. Saran …………………………………………. 16

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………. 17
LAMPIRAN …………………………………………. 18





BAB I
PENDAHULUAN

I. 1 Latar Belakang Masalah
Belajar pada hakikatnya adalah aktivitas untuk melakukan perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. Perubahan tingkah laku terjadi karena adanya usaha individu yang bersangkutan baik yang dapat mengembangkan kreatifitas, sikap dan perilaku pada ranah afektif, perubahan pola pikir dan pola tindak pada ranah kognitif, maupun perubahan fisik dan motorik pada ranah psikomotorik.
Pembelajaran merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara sistematis dan berkesinambungan suatu kegiatan. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah dalam wujud penyediaan beragam pengalaman belajar untuk semua peserta didik, salah satunya adalah media pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran sebagai suatu proses harus berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dicapai.
Setiap kegiatan pembelajaran yang dirancang selain mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, juga dilihat keterkaitannya dengan keluasan bahan/materi, pengalaman belajar, tempat dan waktu belajar, serta alat/sumber belajar.
· Dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu memberikan dorongan kepada peserta didik untuk mengungkapkan kemampuannya dalam membangun gagasan. Guru berperan sebagai fasilitator dan bertangung jawab untuk menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab peserta didik untuk belajar. Disamping itu guru dalam mengelola kegiatan pembejalaran hendaknya mampu mengembangkan pola interaksi antara berbagai pihak yang terlibat di dalam pembelajaran dan harus pandai memotivasi peserta didik untuk terbuka, kreatif, responsif, interaktif dalam kegiatan pembelajaran. Kualitas pembelajaran dapat diukur dan ditentukan oleh sejauh mana kegiatan pembelajaran tertentu dapat menjadi alat perubah tingkah laku peserta didik ke arah yang sesuai dengan tujuan/kompetensi yang telah ditetapkan. Permasalahan yang dihadapi selama ini dalam penulis mengajarkan kompetensi ini, antara lain:
· Untuk kompetensi bahasa pemograman, selama ini dilakukan dengan model kompensional, guru sebagai objek, sementara siswa sebagai subjek ( Central learning), yang seharusnya siswa harus sebagai objek, dan guru sebagai subjek, sehingga dengan demikian siswa diberi peluang untuk lebih menggali, mendalami sekaligus dapat mengaplikasikannya, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator
· Perangkat media pembelajaran yang ada disekolah, kurang memadai, Khususnya untuk proses pembelajaran kompetensi pemrograman, sehingga dirasa perlu untuk membuat media sebagai aplikasi dari kompetensi bahasa pemrograman ( Assembler )
· Tidak adanya referensi – referensi mengenai media pembelajaran bahasa pemrograman, sehingga dirasa perlu untuk membuat media pemebelajaran ini, sebagai salah satu innovasi penulis didalam mengimplementasikan materi pemrograman dalam kegiatan belajar mengajar


I. 2 Tujuan

1. Membuat alat pembelajaran,sekaligus sebagai media Pemelajaran efektif berbasis komputer.

1.3 Manfaat

1. Bagi Guru :

a. Bagi kami selaku guru, alat ini lebih efisien dan efektif untuk proses kegiatan belajar mengajar


b. Pembiatan peralatan ini tidak mengeluarkan biaya yang besar, sehingga dapat digandakan untuk guru-guru yang ingin menggunakan media ini

2. Bagi Siswa :


a. Dengan mempergunakan alat/media ini, diharapkan dapat menarik perhatian siswa, karena media ini dapat langsung diaplikasikan

b. Dengan media ini, siswa dapat lebih cepat mengerti, memahami dan mempraktekkannya, sehingga kompetensi dasar yang diajarkan mudah tercapai


1.4. Batasan Masalah

Agar masalah tidak melebar, maka penulis membatasi pada hal-hal seagai berikut :

Alat yang penulis buat ini hanya Dibatasi pada materi kompetensi Aplikasi bahasa pemrograman Assembler
Hardware ini hanya dibatasi untuk penggunakan 8 LED
Accelerasi running lamp ini dapat diatur sesuai keinginan
Arah nyala lampu ini dapat diatur sesuai keinginan, misalnya:
- Arah nyalanya dari kiri – ke kanan
- Dari kanan ke kiri
- Dari tengah ke arah kiri dan kanan
e. Alat/Media ini Menggunakan Sumber tegangan DC 5 Volt dan down loadernya 12 Volt DC


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA



II. 1 Kajian Teoritis

Alat/media ini akan memberikan pengenalan instruksi-instruksi dasar pada MCS-51, format umum dan penjelasan fungsi-fungsinya. Selanjutnya, berdasarkan instruksi-instruksi tersebut, praktikan dilatih membuat suatu program sederhana. Terakhir, akan dijelaskan prosedur memasukkan program itu ke dalam mikrokontroler.
Kita akan memulai pemrograman assembly dengan mengenal instruksi-instruksi yang ada dalam MCS-51.

Secara umum instruksi-instruksi dalam keluarga MCS-51 dapat dikategorikan dalam empat bagian :

1. instruksi perpindahan data,
2. instruksi aritmatika,
3. instruksi logika
4. instruksi percabangan

1. Instruksi Perpindahan Data
Instruksi perpindahan data merupakan instruksi yang paling sering dipergunakan dalam suatu pemrograman assembly. Berikut merupakan format umum instruksi ini :Ins Parameter1, Parameter2
Ins adalah instruksi, Parameter1 adalah tujuan dari hasil operasi dan kadang kala merupakan parameter pertama dalam operasi yang dilakukan, sedangkan Parameter2 umumnya berupa nilai yang akan dioperasikan oleh instruksi.
Contoh : MOV A, R0, berarti isi register 0 ( R0 ) dimasukkan ke Akumulator (A)

Dengan mengetahui arah aliran data dalam instruksi, akan memudahkan kita untuk memahami instruksi lainnya yang akan dibahas.
Beberapa format instruksi perpindahan data yang lain dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1 Instruksi Perpindahan Data
Instruksi
Keterangan
Contoh
MOV A, Rn
Memindahkan isi register Rn ke A (akumulator)
MOV A, R0
MOV A, direct
Memindahkan isi direct byte ke akumulator
MOV A, 30h
MOV A, #data
Mengisi akumulator dengan nilai data
MOV A, #20h
MOV A, @Rn
Mengisi akumulator dengan isi dari alamat yang ditunjuk oleh Rn
MOV A, @R0

2 Instruksi Aritmatika
Berikut merupakan beberapa contoh instruksi aritmatika (Tabel 2).
Tabel 2 Instruksi Aritmatika
Instruksi
Keterangan
Contoh
ADD A, Rn
Menambah isi register Rn dengan isi akumulator lalu disimpan di akumulator
ADD A, R1
ADD A, direct
Menambah isi direct dengan akumulator, hasilnya disimpan di akumulator
ADD A, 30H
ADD A, #data
Menambahkan immediate data ke akumulator
ADD A, #20h
ADD A, @Rn
Menambahkan isi dari alamat yang ditunjuk Rn dengan akumulator
ADD A, @R1
ADDC A, #data
Menambahkan immediate data ke akumulator dengan carry
ADDC A, #20h
SUBB A, Rn
Kurangkan isi register Rn dari akumulator
SUBB A, R1
INC A
Tambah isi akumulator dengan 1
INC A
DEC A
Kurangkan isi akumulator dengan 1
DEC A
MUL AB
Kalikan isi A dengan isi B, low-byte disimpan pada akumulator, dan high byte pada B
MUL AB
DIV AB
Bagi isi A dengan isi B. Akumulator menerima hasil integer pembagian dan B menerima integer sisanya.
DIV AB
3. Instruksi Logika
Berikut merupakan beberapa contoh instruksi logika.

Tabel 3 Instruksi Logika
Instruksi
Keterangan
Contoh
ANL A, Rn
AND isi Rn dengan isi akumulator
AND A, R0
ANL A, #data
AND immediate data dengan isi akumulator
AND A, #20H
ORL A, Rn
OR isi Rn dengan isi akumulator
OR A, R0
XRL A, #data
XOR immediate data dengan isi akumulator
XOR A, #data
CPL A
Komplemen isi akumulator
CPL A


4 Instruksi Percabangan
Percabangan pada 8051 ada beberapa macam, antara lain :
v Conditional Jump ;
v Direct Jump ;
v Direct Call (pemanggilan subroutine) ;
v Return from subroutine (kembali dari subroutine).

II.2 Bahasa Pemrograman

Rencana kegiatan pembelajaran bahasa pemrograman dengan mengunakan bahasa assembler, atau sering disebut bahasa yang dekat dengan mesin, adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat rendah ( low level language ) yang aplikasinya dapat langsung dilihat pada hardware

Mikroprocessor yang kami gunakan untuk mendrive led adalah AT 89 S 52 dengan memory yang cukup besar yaitu 8Mb dengan 4 buah port, dimana masing-masing port dapat melayani 8 buah LED.
Penulis hanya menggunakan 8 buah LED sebagai media pembelajaran bahasa pemrograman, Dengan program yang sangat sederhana, kita dapat mengatur nyala
8 buah led tersebut dapat menyala secara bergantian, atau menyala dari kiri ke kanan, atau dari kanan ke kiri, serta dapat pula menyala dari arah tengah. Dibawah ini ditunjukkan sebuah bahasa pemrograman assembler untuk menyalakan lampu dari arah kanan ke kiri secara terus menerus, dengan timing 5 dtk.

ORG 0H
Barto :
MOV P1,#00000001B
CALL DELAY
MOV P1,#00000011B
CALL DELAY
MOV P1,#00000111B
CALL DELAY
MOV P1,#00001111B
CALL DELAY
MOV P1,#00011111B
CALL DELAY
MOV P1,#00111111B
CALL DELAY
MOV P1,#01111111B
CALL DELAY
MOV P1,#11111111B
CALL DELAY
SJMP Barto

DELAY: MOV R0,#5
DELAY1: MOV R1,#0FFH
DELAY2: MOV R2,#0FFH

DJNZ R2,$
DJNZ R1,DELAY2
DJNZ R0,DELAY1
RET

END





Menyalakan lampu dari arah tengah ke kiri dan kanan, selanjutnya dari arah kanan – kiri ike tengah. Listing programnya sbb:

ORG 0H
Barto :
MOV P1,# 00011000B
CALL DELAY
MOV P1,#00111100B
CALL DELAY
MOV P1,#01111110B
CALL DELAY
MOV P1,#11111111B
CALL DELAY
MOV P1,#10000001B
CALL DELAY
MOV P1,#11000011B
CALL DELAY
MOV P1,#11100111B
CALL DELAY
MOV P1,#11111111B
CALL DELAY
SJMP Barto

DELAY: MOV R0,#5
DELAY1: MOV R1,#0FFH
DELAY2: MOV R2,#0FFH

DJNZ R2,$
DJNZ R1,DELAY2
DJNZ R0,DELAY1
RET

END






















BAB III
ALAT EVALUASI


1. Berdasarkan contoh yang telah dijelaskan di atas, buatlah suatu program yang melakukan proses berikut:
(a) LED menyala dari arah kanan ke kiri dengan delay waktu 3 detik, kemudian
(b) nyalakan 2 buah led yang menyala kearah kiri-kanan selang waktu 4 dtk
Simpanlah file tersebut dengan nama mod1_01.asm, kemudian compile-lah file tersebut!
2. Tulislah suatu program yang dapat menyalakan 4 buah lampu secara bergantian dan Simpanlah file tersebut dengan nama mod1_02.asm, kemudian compile-lah file tersebut!
Kunci Jawaban
a Program LED menyala dari arah kanan ke kiri selang waktu 3 dtk.

ORG 0H
Barto :
MOV P1,#00000001B
CALL DELAY
MOV P1,#00000011B
CALL DELAY
MOV P1,#00000111B
CALL DELAY
MOV P1,#00001111B
CALL DELAY
MOV P1,#00011111B
CALL DELAY
MOV P1,#00111111B
CALL DELAY
MOV P1,#01111111B
CALL DELAY
MOV P1,#11111111B
CALL DELAY
SJMP Barto

DELAY: MOV R0,#3
DELAY1: MOV R1,#0FFH
DELAY2: MOV R2,#0FFH

DJNZ R2,$
DJNZ R1,DELAY2
DJNZ R0,DELAY1
RET

END

b Program 2 buah LED menyala secara bergantian dari arah kanan ke kiri ndan sebaliknya

ORG 0H
Barto :
MOV P1,#00110011B
CALL DELAY
MOV P1,#11001100B
CALL DELAY
MOV P1,# 00110011B
CALL DELAY
MOV P1,#11001100B
CALL DELAY
MOV P1,#00110011B
CALL DELAY
MOV P1,#11001100B
CALL DELAY
MOV P1,#00110011B
CALL DELAY
MOV P1,#11001100B
CALL DELAY
SJMP Barto

DELAY: MOV R0,#4
DELAY1: MOV R1,#0FFH
DELAY2: MOV R2,#0FFH

DJNZ R2,$
DJNZ R1,DELAY2
DJNZ R0,DELAY1
RET

END



2. Bahasa pemrograman 4 buah LED menyala secara bergantian selang waktu 4 dtk

ORG 0H
Barto :
MOV P1,# 00001111B
CALL DELAY
MOV P1,# 11110000B
CALL DELAY
MOV P1,# 00001111B
CALL DELAY
MOV P1,# 11110000B
CALL DELAY
MOV P1,# 00001111B
CALL DELAY
MOV P1,# 11110000B
CALL DELAY
MOV P1,# 00001111B
CALL DELAY
MOV P1,# 11110000B
CALL DELAY
SJMP Barto

DELAY: MOV R0,#4
DELAY1: MOV R1,#0FFH
DELAY2: MOV R2,#0FFH

DJNZ R2,$
DJNZ R1,DELAY2
DJNZ R0,DELAY1
RET

END

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Siswa lebih termotifasi karena program yang telah dibuat, dapat langsung diaplikasikan secara cepat, dan apabila ada bahasa pemrograman yang salah, ASM 51 dapat langsung menunjukkan bahasa yang salah untuk dapat diperbaiki sebelum di compiling
2. Guru lebih mudah menyampaikan tujuan akhir pemelajaran/kompetensi yang ingin dicapai kepada peserta didik
3. Dengan adanya perangkat ini kita dapat mengefisien waktu, dan dana.
B. Saran.
Setelah Menarik Kesimpulan, maka dapatlah diberikan saran
saran sebagai berikut :
1 Kepada Pihak Sekolah, agar dapat mengadakan peralatan Aplikasi berikut Down loader DT-HIQ
2 Agar guru lebih termotivasi untuk berkarya, kepada pihak sekolah diharapkan dapat memberi rangsangan, termasuk dana


DAFTAR PUSTAKA

Anton F.p. Van Putten “ Electronics Measurements Systems “ , Prentice hall.
DE. Pippenger and E.J. Tababen “ Linear and Interface Circuits Aplications, Texas Instruments Engineering Staff
Hogenboom, P, “ Data sheet Book 3. Catatan Aplikasi ” , PT Elek Media Komputindo, Gramedia - Jakarta
Ibrahim KF: “ Teknik digital ” , Andi Yogyakarta 1996A
Rachmad Setiawan, “ Mikrokontroller MCS – 51” , Graha Ilmu 2006
Web EE.com ; www. Webee.com


BIOGRAFI SINGKAT

Barto, Kelahiran Makassar Sulawesi Selatan 29 Maret Tahun 1967
Riwayat Penedidikan :
SDN Karuwisi II di Makassar ( 1973 – 1980 )
SMP Katolik Garuda di Makassar ( 1980 – 1983)
SMA Kartika Chandra Kirana di Makassar ( 1983 – 1986 )
Pada tahun 1986, kuliah di UNHAS pada Falkultas Non Gelar Teknologi, dan pada tahun 1987 kuliah di IKIP Ujung Pandang dan menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (SI) Jurusan Pedidikan Teknik Elektro tahun 1992. Tahun 1999 – 2002 kuliah di UNSIMAR Poso Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, dan pada tahun 2005, mendapat kesempatan kuliah D4 di Institut Teknologi Bandung, Departemen Teknik Elektro / Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika pada Jurusan Teknik Otomasi Industri dengan beasiswa DIKMENJUR, dan menyelesaikan pendidikan tahun 2007 dengan gelar Sarjana Sains Terapan ( S.ST). Pasca Sarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ( UGM) tahun 2008-2010. Dengan Gelar M.Eng.
Pengalaman Mengajar :
- STM Poso ( 1993 – 2003 ), Mata diklat Kontrol motor
- FKIP Universitas Sintuwu Maroso Poso(1999 – 2000), Mata Kuliah Kalkulus
- SMKN I Makale 2003 – Sekarang, pada jurusan Teknik Komputer dan jaringan
. Alamat yang bisa dihubungi : e-mail : bartoopascall@yahoo.co.id . nomor Hp : 081354383109, atau ke alamat Sekolah SMKN I Makale telp. ( 0423) 24171

Cara mendapatkan NRG guru sertifikasi Online

0 komentar


Cara Mendapatkan Nomor Registrasi Guru Online

Salah satu syarat untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru adalah mempunyai Nomor Register Guru (NRG). Banyak guru yang bingung karena mereka tidak mempunyai NRG. Sebenarnya semua guru yang mempunyai sertifikat pendidik pasti mempunyai NRG, cuma mereka tidak tahu cara mendapatkannya.
Oleh karena itu, berikut ini akan saya berikan bagaimana cara mendapatkan NRG. Sebenarnya bukan cuma kita mendapatkan NRG, tetapi kita akan mendapatkan (mencari) SK Tunjangan Profesi secara online. OK, langsung saja ke pokok permasalahan.
  1. Kunjungi halaman web ini http://sk.sertifikasiguru.org/index.php?filterguru
  2. Setelah itu masukkan Nomor NUPTK Anda dan klik tombol “CARI” maka akan muncul SK Tunjangan Profesi Anda.
  3. Bila Anda mau mencetak, tinggal Anda klik tombol “CETAK”
  4. Setelah klik tombol “CETAK” SK tunjangan profesi Anda tidak langsung tercetak, akan tetapi terbentuk file tersebut dalam format pdf. Simpan file tersebut.
  5. Print (cetak) file dalam format pdf tersebut.
  6. Berikut ini adalah tampilan SK Tunjangan Profesi setelah dicetak

Pelaksanaan PKG dan PKB

0 komentar


Pengembangan profesi guru ditujukan untuk membentuk guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera. Hal ini didasarkan atas kesepakatan perundangan yang diterakan pada Pembukaan UUD, Pasal 20 ayat 1 UUD 45 berhak mengembangkan diri. Pengembangan diri dapat diperoleh salah satunya melalui pendidikan. diharapkan dengan diperolehnya pendidikan dapat terbentuk bangsa yang cerdas. Sehingga kemudian nantinya dapat diperoleh peningkatan kesejahtraan masyarakat yang berkeadilan. Mengacu pada tujuan mulia tadi, maka dibutuhkan guru yang profesional.
Regulasi yang jelas dibutuhkan untuk membingkai guru profesional. Bingkai profesi yang pertama, guru diharapkan memiliki empat kompetensi yaitu pedagogi, sosial, kepribadian dan profesional . dari keempat kompetensi, kompetensi kepribadian dan sosial merupakan kompetensi yang agak sulit dikuasai. Kehadiran MGMP merupakan sarana sosialisasi untuk  meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial.
Guru profesional adalah kunci untuk melaksanakan pendidikan yang berkualitas.  Berdasarkan Permennegpan & RB (Reformasi Birokrasi) No. 16/2009, guru profesional harus memenuhi: 1) berlatar belakang S1, 2) CPNS guru harus mengikuti Program Induksi (1 sampai 2 tahun) dan Pendidikan Pelatihan Pra-Jabatan, 3) Empat jabatan fungsional guru (Pertama, Muda, Madya, dan Utama), 4) beban mengajar guru 24 jam sampai 40 jam tatap muka perminggu atau membimbing 150-250 konseli per tahun, dan 5) Instansi pembina Jabatan Fungsional adalah Kemendiknas, 6) penilaian kinerja guru dilakukan setiap tahun (Formatif dan Sumatif), 7) nilai kinerja dikonversikan kedalam angka kredit yang harus dicapai (125%, 100%, 75%, 50%, 25%), 8) peningkatan karir guru ditetapkan melalui penilaian angka kredit oleh Tim Penilai, 9) jumlah angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatan terdiri dari:
a)      Unsur Utama (Pendidikan, PK Guru dan PKB) lebih kurang 90%
b)      Unsur penunjang kurang lebih 10%
Penilaian kinerja guru merupakan penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatannya. Dilakukan setiap tahun oleh kepala sekolah atau guru yang diserahi tugas untuk memberikan penilaian kinerja guru. Penilaian didasarkan kepada 14 kompetensi bagi guru mata pelajaran, 17 kompetensi bagi BK, atau guru yang mendapatkan tugas tambahan (KS, Wakasek, Kepala Lab).
Hasil PK guru harus menjadi bahan evaluasi diri bagi guru untuk mengembangkan potensi dan krir. Selain itu, dapat menjadi acuan bagi sekolah untuk merencanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Terakhir, untuk mendi dasar pemberian nilai prestasi kerja guru dalam rangka pengembangan karir guru sesuai dengan permenegpan.
Penilaian formatif berfungsi sebagai bahan untuk penyusunan kompetensi dan perencanaan program PKB tahunan bagi guru. Sedangkan hasil penilaian sumatif digunakan untuk memperikan nilai prestasi kerja guru untuk menghitung perolehan angka kredit guru pada tahun tersebut.
Komponen pedagogi ada 7 kompetensi, kepribadian ada 3 kompetensi, sosial 2 dan profesional 2.
Kompetensi pedagogi mencakup:
  1. Mengenal karakteristik anak didik
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembejalaran yang mendidik
  3. Pengembangan kurikulum
  4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
  5. Memahami dan mengembangakan potensi
  6. Komunikasi dengan peserta didik
  7. Penilaian dan evaluasi
Kompetensi kepribadian (3)
  1. Bertindak sesuai denga norma agama
  2. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
  3. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
Kompetensi sosial
  1. Bersikap inovatif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
  2. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik dan masyarakat
Kompetensi profesional
  1. Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikr keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
  2. Mengembangkan keprofesian melalhui tindakan reflektif

Setting Pada Billing Warnet

0 komentar


SETTING PADA BILLING WARNET

Bagi kamu-kamu yang kepingin buka usaha "warnet" ada baiknya mempelajari bagaimana cara-cara setting billing yang kita butuhkan sesuai kemauan kita. Nah, berikut aku sampaikan beberapa caranya, dimana cara-cara ini aku copy dari weblog-nya "www.billingexplorer.com", berikut penjelasannya :
System Paket
Tarif Biaya yang digunakan untuk sekali akses/login.

Misal Paket 1:

Biaya Rp. 10.000 Untuk main selama 5 Jam

User login langsung dikenakan biaya Rp. 10.000,-

Apabila sudah 5 Jam, Billing otomatis disconnect.
Biaya Paket 1

Biaya Rp. 10.000 Untuk main selama 5 Jam
Langkah-langkah:

1. File - Setting Konfigurasi - System Paket

2. Klik baris tabel pertama,

sehingga muncul keterangan "Paket No 1"

3. Biaya di-isi 10000

4. Durasi di-isi 300

(nilai 300 berasal dari 5 jam x 60 menit = 300)

5. Tekan OK

Lakukan langkah yang sama untuk Paket yang lainnya.

Cara Login System Paket

Langkah-langkah:

1. Pada Client, User menekan tombol Paket

2. User Name bisa di-isi bebas.

3. Untuk Password, User diberikan password oleh server/operator.

4. Server/Operator bisa mensetting password Login Paket melalui menu

File - Password Login - Password Login Paket

Kemudian tekan OK.

5. Password ini bisa diubah setiap saat oleh server/operator
Login "Group"
Fungsi Login Group

Pemilik warnet/games bisa menerapkan login group.

Login ini diperlukan apabila Pemilik warnet/games,

menerapkan aturan : User yang mengajak temannya

lebih dari 3 orang, akan mendapatkan potongan biaya atau tarif yang lebih murah.
Login Group:

30 menit pertama, Biaya Rp. 2000,-

Selanjutnya per 5 menit, Biaya Rp. 500,-
Langkah-Langkah:

1. Masuk ke setting biaya

2. Pilih Option "Biaya dengan System Group"

3. Tekan Tombol "System Group" sehingga ditampilkan Tabel Biaya

4. Pada Tabel Nomor 3, isikan data

Waktu minimal = 30, Biaya 2000

Selanjutnya = 5, Biaya 500

Tekan OK.

5. Dibagian bawah Login Group diisi Nomor 3

Tekan OK
Cara Menggunakan Login Group
Langkah-langkah:

1. Pada Client, User menekan tombol Group

2. User Name bisa di-isi bebas.

3. Untuk Password, User diberikan password oleh server/operator.

4. Server/Operator bisa mensetting password Login Group melalui menu

File - Password Login - Password Login Group

Kemudian tekan OK.

5. Password ini bisa diubah setiap saat oleh server/operator
System Pre-Paid
User terlebih dahulu membayar uang (account) dimuka, selanjutnya server/operator bisa memberikan password & User Name untuk Login.
Account akan berkurang sesuai dengan jumlah pemakaian.
Apabila Account habis, Billing otomatis akan disconnect.

Apabila belum habis dan User men-disconnect Billing, account ini bisa digunakan User tsb. untuk Login pada waktu lainnya.



Pada warnet/games bisa diterapkan system pre-paid

dengan perhitungan yang berbeda untuk tiap-tiap

anggota member.



Langkah-langkah :

1. Buat member pre-paid untuk user

1. Menu Tools-Member Area-View and List

2. Masukkan password (admin/input member)

3. Isikan user name,password, account,masa aktif untuk member tsb.

4. untuk Nomor Group, isikan sesuai dengan nomor

pada Tabel Perhitungan Biaya system group.

5. Tekan tombol "Add"

Bila berhasil, akan keluar pesan "Add member Success"

6. Pada Client, user dapat Login melalui tembol "Pre-Paid"



Pada suatu Warnet/Games, ada 3 Ruangan,

dengan perhitungan tarif pre-paid yang berbeda.

Misal

Ruangan 1 Kelas VIP

Biaya Rp. 6000/Jam

Ruangan 2 Kelas Semi-VIP

Biaya Rp. 4500/Jam

Ruangan 3 Kelas Ekonomi

Biaya Rp. 2500/Jam



Langkah-Langkah:

1. Masuk ke setting biaya

2. Pilih Option "Biaya dengan System Group"

3. Tekan Tombol "System Group" sehingga ditampilkan Tabel Biaya

4. Jika Tabel Nomor 1 - 3 sudah terisi, masukkan tarif

mulai dari nomor 4.



Misal:

Pada Tabel Nomor 4, isikan data

Waktu minimal = 60, Biaya 6000

Selanjutnya = 60, Biaya 6000

Pada Tabel Nomor 5, isikan data

Waktu minimal = 60, Biaya 4500

Selanjutnya = 60, Biaya 4500

Pada Tabel Nomor 6, isikan data

Waktu minimal = 60, Biaya 2500

Selanjutnya = 60, Biaya 2500

Tekan OK.

5. Buat Member untuk tiap-tiap User.

Isikan Nomor Group User tsb. dengan Nomor pada Tabel

Perhitungan seperti yang telah didefinisikan diatas,

yaitu 4 atau 5 atau 6.



Password Untuk Membuat Data Member/Pre-Paid



Untuk Membuat Data Member/Pre-Paid,

selain menggunakan Password Administrator,

bisa juga menggunakan Password Input Data Member



Setting Password Input Data Member



Langkah-langkah:

1. File-Setting Konfigurasi- Password + Setting Client

2. Pada Bagian "Password Input Data Member", isikan

sesuai dengan Password yang akan digunakan.

3. Tekan OK



Password Admin Client



Password Admin Client digunakan untuk

setting konfigurasi pada Billing Client, seperti

Merubah Tampilan Logo/Gambar Pada Background Client,

Disable Registry PC Client, Disable Network PC Client, Text Scrool dsb.



Setting Password Admin Client



Langkah-langkah merubah Password Admin Client:

1. Menu File- Ganti Password Admin Client

2. Masukan Password Admin Client yang lama

3. Isikan baris berikutnya dengan Password baru

dan ulangi untuk baris berikutnya.

4. Tekan OK.



Password Adminisitrator Server



Password Adminisitrator Server digunakan untuk

setting konfigurasi pada Billing Server, seperti

Setting Perhitungan Tarif Biaya, Diskon, Edit Transaksi Penjualan dsb

Setting Tabel Perhitungan

Setting Email server

Setting Daftar operator

Setting Password-Password

Dan Setting Lainnya



Setting Password Adminisitrator Server



Langkah-langkah merubah Password Administrator Server:

1. File-Setting Konfigurasi- Password + Setting Client

2. Pada Bagian "Password Administrator"

Masukan Password Administrator yang lama

3. Isikan baris berikutnya dengan Password baru

dan ulangi untuk baris berikutnya.

4. Tekan Set Active



Password Untuk Exit Billing Server



Untuk Menutup Billing Server, selain menggunakan Password Administrator, bisa juga menggunakan Password Exit Billing Server.

Langkah-langkah merubah Password :

1. File-Setting Konfigurasi- Password + Setting Client

2. Pada Bagian "Password Exit Billing Server", isikan

sesuai dengan Password yang akan digunakan.

3. Tekan OK



Password Untuk Exit Billing Client



Untuk Menutup Billing Client, bisa menggunakan Password Exit Billing Client.

Langkah-langkah merubah Password :

1. File-Setting Konfigurasi- Password + Setting Client

2. Pada Bagian "Password Exit Billing Client", isikan

sesuai dengan Password yang akan digunakan.

3. Tekan OK



Password Database Admin



Untuk versi Security#1, ada tambahan Password Database Admin. Password ini digunakan khusus untuk membuka dan edit Report Database.

Langkah-langkah merubah Password Database Admin :

1. File-Setting Konfigurasi- Password + Setting Client

2. Pada Bagian "Password Database"

Masukan Password Database Admin yang lama

3. Isikan baris berikutnya dengan Password baru

dan ulangi untuk baris berikutnya.

4. Tekan Set Active.

CARA SETTING HOTSPOT MENGGUNAKAN LINKSYS

0 komentar


CARA SETTING HOTSPOT MENGGUNAKAN LINKSYS WIRELESS-G MODEL WRT54G




Linksys WRT54G merupakan Broadband Router yang dilengkapi dengan wireless b/g. WRT54G dapat dijadikan sebagai server gateway untuk koneksi internet anda, umumnya yang berkonseksikan “broadband internet accses”. Untuk mengkonfigurasi router ini sangatlah mudah. Berikut langkah-langkahnya :



Pertama “Setting IP WAN & LAN” :



- Siapkan/nyalakan Router Linksys WRT54G anda.

- Sambungkan kabel data (UTP Straight kabel) ke port LAN komputer/Laptop Anda.

- Setting IP pada komputer/laptop anda menjadi DHCP agar lebih mudah.

- cek ip, netmask dan gateway yang diterima komputer anda.

- buka browser anda dan masukkan ip gateway komputer anda tadi, defaultnya http://192.168.1.1/ .

- Nah, akan muncul form password untuk akses ke routernya, default user/pass : admin

- Pada internet Connection Type nya silahkan dipilih : DHCP atau Static, ini tergantug ISP yang Anda gunakan.

- lalu masuk ke settingan Network Setup, Settingan LAN sesuai keinginan anda atau biarkan saja untuk default.





Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.



- untuk Time Zonenya pilih GMT+7 untuk indonesia, yang laen terserah Anda.

- lalu Save Setting.

- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kabel sudah dapat terkoneksi ke internet.



Kedua “Settingan WIFI” :



- pilih Menu Wireless

- wireless network mode sebaiknya dipilih Mixed agar support ke tipe wifi b dan g

- ganti SSID sesuai kemauan Anda.



Untuk SSID Sebaiknya menggunakan Huruf Kecil Semua, dan ganti spasi dengan garis bawah untuk mencegah, beberapa perangkat wifi penerima yang tidak support.



- wireless Channel silahkan dipilih default aja, kecuali ditempat anda terdapat wifi/hotspot lain

Nah, untuk hal ini bisa anda ganti dengan channel yang belum terpakai.

- lalu pilih Save Setting.

- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kable & WIFI sudah dapat terkoneksi ke internet.



Untuk mengamankan koneksi WIFI anda, sebaiknya anda memasang security pada wifi anda.

Tipe security anda bisa berupa WEP atau WPA. namun untuk lebih universal pilih saja WEP yang 64 bit. Cara konfigurasinya :

- pilh Menu Wireless – Wireless Security.

- pilih security mode = WEP

- pilih default transmite key = 1

- pilih WEP Encryption = 64 bits10 hex digits

- masukkan passphrase dan klik generate, Maka akan tercipta 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, (karena anda memilih defaul transmitenya = 1).

- lalu Save Setting

- Nah koneksi WIFI anda sekarang sudah Secure (dalam artian memiliki password dan terenkripsi).

Cukup itu saja konfigurasi dasarnya, Tidak terlalu sulit khan ????

Cara Setting Linksys

0 komentar


Linksys WRT54G merupakan Broadband Router yang dilengkapi dengan wireless b/g. WRT54G dapat dijadikan sebagai server gateway untuk koneksi internet anda, umumnya yang berkonseksikan "broadband internet accses". Untuk mengkonfigurasi router ini sangatlah mudah. Berikut langkah-langkahnya :

pertama "Setting IP WAN & LAN" :

- Siapkan/nyalakan Router Linksys WRT54G anda.

- Sambungkan kabel data (UTP Straight kabel) ke port LAN komputer/Laptop Anda.

- Setting IP pada komputer/laptop anda menjadi DHCP agar lebih mudah.

- cek ip, netmask dan gateway yang diterima komputer anda.

- buka browser anda dan masukkan ip gateway komputer anda tadi, defaultnya http://192.168.1.1/ .

- Nah, akan muncul form password untuk akses ke routernya, default user/pass : admin

- Pada internet Connection Type nya silahkan dipilih : DHCP atau Static, ini tergantug ISP yang Anda gunakan.

- lalu masuk ke settingan Network Setup, Settingan LAN sesuai keinginan anda atau biarkan saja untuk default.

Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.

- untuk Time Zonenya pilih GMT+7 untuk indonesia, yang laen terserah Anda.

- lalu Save Setting.

- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kabel sudah dapat terkoneksi ke internet.
Kedua "Settingan WIFI" :

- pilih Menu Wireless

- wireless network mode sebaiknya dipilih Mixed agar support ke tipe wifi b dan g

- ganti SSID sesuai kemauan Anda.

Untuk SSID Sebaiknya menggunakan Huruf Kecil Semua, dan ganti spasi dengan garis bawah untuk mencegah, beberapa perangkat wifi penerima yang tidak support.

- wireless Channel silahkan dipilih default aja, kecuali ditempat anda terdapat wifi/hotspot lain

Nah, untuk hal ini bisa anda ganti dengan channel yang belum terpakai.

- lalu pilih Save Setting.

- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kable & WIFI sudah dapat terkoneksi ke internet.

Untuk mengamankan koneksi WIFI anda, sebaiknya anda memasang security pada wifi anda.

Tipe security anda bisa berupa WEP atau WPA. namun untuk lebih universal pilih saja WEP yang 64 bit. Cara konfigurasinya :

- pilh Menu Wireless - Wireless Security.

- pilih security mode = WEP

- pilih default transmite key = 1

- pilih WEP Encryption = 64 bits10 hex digits

- masukkan passphrase dan klik generate, Maka akan tercipta 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, (karena anda memilih defaul transmitenya = 1).

- lalu Save Setting

- Nah koneksi WIFI anda sekarang sudah Secure (dalam artian memiliki password dan terenkripsi).

Cukup itu saja konfigurasi dasarnya, Tidak terlalu sulit khan ????

Cara membuat marquee pada blog

0 komentar


Cara membuat marquee pada blog
Sering kali kita melihat blog yang dihiasi oleh tulisan atau kata-kata yang berjalan di blog teman-teman kita. mungkin sebagian besar sudah mengetahuinya. tapi disini ade mencoba untuk sharing kepada teman-teman yang belum mengetahui cara pembuatannya.

Note: yang akan ade bahas ini merupakan tulisan berjalan biasa bukan tulisan berjalan yang apabila ada mouse di area tulisan itu akan berhenti.

berikut cara pembuatannya :

  1. Login ke Blogger
  2. Kemudian klik Tata Letak dan Elemen Halaman
  3. Ketika sudah berada di Elemen Halaman klik Tambah Gadget
  4. Lalu pilih HTML/JavaScript
  5. Langkah selanjutnya masukkan kode marquee yang anda inginkan seperti contoh dibawah ini :



1. Teks berjalan dari kanan ke kiri


kode :
hasil :

Contoh Tulisan Berjalan



2. Teks berjalan dari kiri ke kanan


kode :
hasil :

Contoh Tulisan Berjalan


3. Teks berjalan bolak balik


kode :
hasil :

Contoh Tulisan Berjalan



4. Teks berjalan dari atas ke bawah


kode :
hasil :

Contoh Tulisan Berjalan



5. Teks berjalan dari bawah ke atas


kode :
hasil :

Contoh Tulisan Berjalan



6. Teks berjalan mondar-mandir


kode :
hasil :

Contoh Tulisan Berjalan



7. Teks berjalan zig-zag nembus


kode :
hasil :


Contoh Tulisan Berjalan




8. Teks berjalan zig-zag mantul


kode :
hasil :




Contoh Tulisan Berjalan

Langkah Selanjutnya adalah mengganti tulisan
Contoh Tulisan Berjalan
dengan tulisan atau kata-kata yang anda inginkan.

Ket :
# direction="left/right/up/down" --> Mengatur arah gerakan teks.

# scrollamount="angka" --> mengatur kecepatan gerakan dalam pixel, semakin besar angka semakin cepat gerakannya.

# behavior="scroll/slide/alternate" --> Untuk mengatur perilaku gerakan :
~> Scroll --> teks bergerak berputar
~> Slide--> teks bergerak sekali lalu berhenti
~> Alternate --> teks bergerak dari kiri kekanan lalu balik lagi ( bolak-balik bo)

# Fungsi dari :

.............
adalah agar tulisan tersebut selalu berada di tengah.

SEMOGA BERHASIL

STRAIN GAUGE SENSOR

0 komentar


1. Strain gauge (SG)
Strain gauge dapat dijadikan sebagai sensor posisi. SG dalam operasinya memanfaatkan perubahan resistansi sehingganya dapat digunakan untuk mengukur perpindahan yang sangat kecil akibat pembengkokan (tensile stress) atau peregangan (tensile strain). Definisi elastisitas (ε) strain gauge adalah perbandingan perubahan panjang (ΔL) terhadap panjang semula (L) yaitu:
atau perbandingan perubahan resistansi (ΔR) terhadap resistansi semula (R) sama dengan faktor gage (Gf) dikali elastisitas starin gage (ε) :
Secara konstruksi SG terbuat dari bahan metal tipis (foil) yang diletakkan diatas kertas. Untuk proses pendeteksian SG ditempelkan dengan benda uji dengan dua cara yaitu:
1. Arah perapatan/peregangan dibuat sepanjang mungkin (axial)
2. Arah tegak lurus perapatan/peregangan dibuat sependek mungkin (lateral)


Faktor gauge (Gf) merupakan tingkat elastisitas bahan metal dari SG.
• metal incompressible Gf = 2
• piezoresistif Gf =30
• piezoresistif sensor digunakan pada IC sensor tekanan
Untuk melakukan sensor pada benda uji maka rangkaian dan penempatan SG adalah
• disusun dalam rangkaian jembatan
• dua strain gauge digunakan berdekatan, satu untuk peregangan/perapatan , satu untuk kompensasi temperatur pada posisi yang tidak terpengaruh peregangan/ perapatan
• respons frekuensi ditentukan masa tempat strain gauge ditempatkan




SENSOR DAN TRANDUSER

0 komentar



Sensor dan Transduser
Tujuan Pembelajaran Umum : Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa memahami pengertian sensor dan transduser dan penggunaannya dalam sistem kendali.
Tujuan Pembelajaran Khusus :
Setelah mempelajari topik per topik dalam bab ini, mahasiswa diharapkan :
1. Dapat menyebutkan definisi dan perbedaan dari sensor, transduser dan alat ukur
2. Mampu menyebutkan persyaratan umum dalam memilih sensor dan transduser
3. Dapat menerangkan beberapa jenis sensor dan transduser yang ada di industri
4. Mengerti tentang klasifikasi sensor dan transduser secara umum.

Pendahuluan :

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari masa ke masa berkembang cepat terutama dibidang otomasi industri. Perkembangan ini tampak jelas di industri pemabrikan, dimana sebelumnya banyak pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin, berikutnya dengan electro-mechanic (semi otomatis) dan sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic) seperti penggunaan Flexible Manufacturing Systems (FMS) dan Computerized Integrated Manufacture (CIM) dan sebagainya.
Model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi pemabrikan sangat tergantung kepada keandalan sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian menunjukan secanggih apapun sistem kendali yang dipakai akan sangat tergantung kepada sensor maupun transduser yang digunakan..
Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis.
Besaran masukan pada kebanyakan sistem kendali adalah bukan besaran listrik, seperti besaran fisika, kimia, mekanis dan sebagainya. Untuk memakaikan besaran listrik pada sistem pengukuran, atau sistem manipulasi atau sistem pengontrolan, maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih dahulu menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut transducer
Sebelum lebih jauh kita mempelajari sensor dan transduser ada sebuah alat lagi yang selalu melengkapi dan mengiringi keberadaan sensor dan transduser dalam sebuah sistem pengukuran, atau sistem manipulasi, maupun sistem pengontrolan yaitu yang disebut alat ukur.


1.1. Definisi-definisi
D Sharon, dkk (1982), mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya..
Contoh; Camera sebagai sensor penglihatan, telinga sebagai sensor pendengaran, kulit sebagai sensor peraba, LDR (light dependent resistance) sebagai sensor cahaya, dan lainnya.
William D.C, (1993), mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas).
Contoh; generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan sebagainya.
William D.C, (1993), mengatakan alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga tertentu dari gejala-gejala atau sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi.
Contoh: voltmeter, ampermeter untuk sinyal listrik; tachometer, speedometer untuk kecepatan gerak mekanik, lux-meter untuk intensitas cahaya, dan sebagainya.


1.2. Peryaratan Umum Sensor dan Transduser
Dalam memilih peralatan sensor dan transduser yang tepat dan sesuai dengan sistem yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan umum sensor berikut ini : (D Sharon, dkk, 1982)
a. Linearitas
Ada banyak sensor yang menghasilkan sinyal keluaran yang berubah secara kontinyu sebagai tanggapan terhadap masukan yang berubah secara kontinyu. Sebagai contoh, sebuah sensor panas dapat menghasilkan tegangan sesuai dengan panas yang dirasakannya. Dalam kasus seperti ini, biasanya dapat diketahui secara tepat bagaimana perubahan keluaran dibandingkan dengan masukannya berupa sebuah grafik. .

b. Sensitivitas
Sensitivitas akan menunjukan seberapa jauh kepekaan sensor terhadap kuantitas yang diukur. Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan yang menunjukan “perubahan keluaran dibandingkan unit perubahan masukan”. Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang dinyatakan dengan “satu volt per derajat”, yang berarti perubahan satu derajat pada masukan akan menghasilkan perubahan satu volt pada keluarannya. Sensor panas lainnya dapat saja memiliki kepekaan “dua volt per derajat”, yang berarti memiliki kepakaan dua kali dari sensor yang pertama. Linieritas sensor juga mempengaruhi sensitivitas dari sensor. Apabila tanggapannya linier, maka sensitivitasnya juga akan sama untuk jangkauan pengukuran keseluruhan.
c. Tanggapan WaktuTanggapan waktu pada sensor menunjukan seberapa cepat tanggapannya terhadap perubahan masukan. Sebagai contoh, instrumen dengan tanggapan frekuensi yang jelek adalah sebuah termometer merkuri. Masukannya adalah temperatur dan keluarannya adalah posisi merkuri. Misalkan perubahan temperatur terjadi sedikit demi sedikit dan kontinyu terhadap waktu, Frekuensi adalah jumlah siklus dalam satu detik dan diberikan dalam satuan hertz (Hz). { 1 hertz berarti 1 siklus per detik, 1 kilohertz berarti 1000 siklus per detik]. Pada frekuensi rendah, yaitu pada saat temperatur berubah secara lambat, termometer akan mengikuti perubahan tersebut dengan “setia”. Tetapi apabila perubahan temperatur sangat cepat maka tidak diharapkan akan melihat perubahan besar pada termometer merkuri, karena ia bersifat lamban dan hanya akan menunjukan temperatur rata-rata.
Ada bermacam cara untuk menyatakan tanggapan frekuensi sebuah sensor. Misalnya “satu milivolt pada 500 hertz”. Tanggapan frekuensi dapat pula dinyatakan dengan “decibel (db)”, yaitu untuk membandingkan daya keluaran pada frekuensi tertentu dengan daya keluaran pada frekuensi referensi.

Yayan I.B, (1998), mengatakan ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam memilih sensor yang tepat adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
a. Apakah ukuran fisik sensor cukup memenuhi untuk dipasang pada tempat yang diperlukan?
b. Apakah ia cukup akurat?
c. Apakah ia bekerja pada jangkauan yang sesuai?
d. Apakah ia akan mempengaruhi kuantitas yang sedang diukur?.
Sebagai contoh, bila sebuah sensor panas yang besar dicelupkan kedalam jumlah air air yang kecil, malah menimbulkan efek memanaskan air tersebut, bukan menyensornya.
e. Apakah ia tidak mudah rusak dalam pemakaiannya?.
f. Apakah ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya?
g. Apakah biayanya terlalu mahal?

1.3. Jenis Sensor dan Transduser
Perkembangan sensor dan transduser sangat cepat sesuai kemajuan teknologi otomasi, semakin komplek suatu sistem otomasi dibangun maka semakin banyak jenis sensor yang digunakan.
Robotik adalah sebagai contoh penerapan sistem otomasi yang kompleks, disini sensor yang digunakan dapat dikatagorikan menjadi dua jenis sensor yaitu: (D Sharon, dkk, 1982)
a. Internal sensor, yaitu sensor yang dipasang di dalam bodi robot.
Sensor internal diperlukan untuk mengamati posisi, kecepatan, dan akselerasi berbagai sambungan mekanik pada robot, dan merupakan bagian dari mekanisme servo.
b. External sensor, yaitu sensor yang dipasang diluar bodi robot.
Sensor eksternal diperlukan karena dua macam alasan yaitu:
1) Untuk keamanan dan
2) Untuk penuntun.
Yang dimaksud untuk keamanan” adalah termasuk keamanan robot, yaitu perlindungan terhadap robot dari kerusakan yang ditimbulkannya sendiri, serta keamanan untuk peralatan, komponen, dan orang-orang dilingkungan dimana robot tersebut digunakan. Berikut ini adalah dua contoh sederhana untuk mengilustrasikan kasus diatas.
Contoh pertama: andaikan sebuah robot bergerak keposisinya yang baru dan ia menemui suatu halangan, yang dapat berupa mesin lain misalnya. Apabila robot tidak memiliki sensor yang mampu mendeteksi halangan tersebut, baik sebelum atau setelah terjadi kontak, maka akibatnya akan terjadi kerusakan.
Contoh kedua: sensor untuk keamanan diilustrasikan dengan problem robot dalam mengambil sebuah telur. Apabila pada robot dipasang pencengkram mekanik (gripper), maka sensor harus dapat mengukur seberapa besar tenaga yang tepat untuk mengambil telor tersebut. Tenaga yang terlalu besar akan menyebabkan pecahnya telur, sedangkan apabila terlalu kecil telur akan jatuh terlepas.
Kini bagaimana dengan sensor untuk penuntun atau pemandu?. Katogori ini sangatlah luas, tetapi contoh berikut akan memberikan pertimbangan.
Contoh pertama: komponen yang terletak diatas ban berjalan tiba di depan robot yang diprogram untuk menyemprotnya. Apa yang akan terjadi bila sebuah komponen hilang atau dalam posisi yang salah?. Robot tentunya harus memiliki sensor yang dapat mendeteksi ada tidaknya komponen, karena bila tidak ia akan menyemprot tempat yang kosong. Meskipun tidak terjadi kerusakan, tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang diharapkan terjadi pada suatu pabrik.
Contoh kedua: sensor untuk penuntun diharapkan cukup canggih dalam pengelasan. Untuk melakukan operasi dengan baik, robot haruslah menggerakkan tangkai las sepanjang garis las yang telah ditentukan, dan juga bergerak dengan kecepatan yang tetap serta mempertahankan suatu jarak tertentu dengan permukaannya.

Sesuai dengan fungsi sensor sebagai pendeteksi sinyal dan meng-informasikan sinyal tersebut ke sistem berikutnya, maka peranan dan fungsi sensor akan dilanjutkan oleh transduser. Karena keterkaitan antara sensor dan transduser begitu erat maka pemilihan transduser yang tepat dan sesuai juga perlu diperhatikan.

1.4. Klasifikasi Sensor
Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu:
a. sensor thermal (panas)
b. sensor mekanis
c. sensor optik (cahaya)

Sensor thermal adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu.
Contohnya; bimetal, termistor, termokopel, RTD, photo transistor, photo dioda, photo multiplier, photovoltaik, infrared pyrometer, hygrometer, dsb.
Sensor mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan, aliran, level dsb.
Contoh; strain gage, linear variable deferential transformer (LVDT), proximity, potensiometer, load cell, bourdon tube, dsb.
Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan.
Contoh; photo cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo multiplier, pyrometer optic, dsb.


1.5. Klasifikasi Transduser (William D.C, 1993)a. Self generating transduser (transduser pembangkit sendiri)
Self generating transduser adalah transduser yang hanya memerlukan satu sumber energi.
Contoh: piezo electric, termocouple, photovoltatic, termistor, dsb.
Ciri transduser ini adalah dihasilkannya suatu energi listrik dari transduser secara langsung. Dalam hal ini transduser berperan sebagai sumber tegangan.
b. External power transduser (transduser daya dari luar)
External power transduser adalah transduser yang memerlukan sejumlah energi dari luar untuk menghasilkan suatu keluaran.
Contoh: RTD (resistance thermal detector), Starin gauge, LVDT (linier variable differential transformer), Potensiometer, NTC, dsb.

Contoh Soal :
1. Apa saja peranan dan fungsi sensor dalam sistem kendali industri ?
2. Sebutkan syarat-syarat dalam memilih sensor yang baik ?
3. Sebutkan beberapa jenis sensor yang ada pada sebuah robotik ?

Jawaban :
1. Sensor berperan untuk mendeteksi gejala perubahan informasi sinyal dalam sistem kontrol, dan berfungsi sebagai umpan balik pada sebuah sistem kendali otomatis.
2. Syarat sebuah sensor adalah linearitas, sensitivitas dan respon time
3. Jenis sensor pada robotik adalah: internal sensor dan eksternal sensor

Latihan :
1. Apa yang dimaksud dengan sensor, transduser dan alat ukur
2. Jelaskan perbedaan ketiganya.
3. Persyaratan umum sensor dan transduser adalah linearitas, sensitivitas dan tanggapan respon. Jelaskan maksud dari masing-masing syarat tersebut.
4. Jelaskan perbedaan antara transduser aktif dan transduser pasif.

Rangkuman :
Bab 1 ini mejelaskan tentang; definisi-definisi, persyaratan, jenis-jenis dan klasifikasi sensor dan transduser.

Review :
1. Jelaskan dengan gambar yang dimaksud dengan tanggapan linear dan non linear ?
2. Adakah ketentuan lain yang harus diketahui dalam memilih sensor dan transduser
3. Apa fungsi dan kegunaan external sensor pada sebuah robot ?
4. Sebutkan beberapa buah transduser aktif dan transduser pasif yang anda ketahui ?

Kasihilah

0 komentar


Kasihilah...
Pernahkah saat kau terpuruk dan membutuhkan pertolongan dari orang-orang terdekat mu, ternyata mereka tidak bisa menolong mu dengan berbagai alasan meraka menolak untuk membantu mu, kau merasa sudah berbuat baik pada orang-orang disekeliling mu tapi saat kau memerlukan bantuan meraka kau malah tidak mendapatkannya.Seringkali kita kecewa karena kita merasa apa yang kita tanam bukan itu yang kita tuai, trus apa yang akan kita lakukan?
"menyesal karna tlah berbuat baik?""mengerutu""kecewa""marah""ato bahkan memaki?
apa dengan bersikap seperti itu mereka akan berputar haluan dan berbalik menolong mu? tidak...!!!"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita" (kolose 3 : 17)Kasihilah mereka dan lakukanlah kebaikan itu sebagai wujud cinta mu kepadaNya yang sudah mengasihi mu dengan tulus, yang sudah mengorbankan nyawaNya untuk mu, percayalah kau tidak akan kecewa karena bukan manusia yang dapat membalas apa yang sudah kau lakukan tapi balasan itu datang dari Nya yang takkan pernah mengecewakan mu.Jadi gimana? apa kita hanya akan berbuat baik kepadaNya dan meninggalkan saudara-saudara yang menurut kita sudah mengecewakan itu? tidak! kasihilah mereka sebagai wujud engkau mengasihi Tuhan yang telah rela mati untuk mu."Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan" (Kolose 3 : 14)Mungkin saat ini kau merasa tidak menerima balasan dari apa yang kau tabur tapi ingatlah semua tidak akan sia-sia dihadapanNya, jika kau melakukannya dengan tulus untuk kemuliaan namaNya."Mungkin suatu saat nanti kebaikan yang kau lakukan kepada teman atau saudara mu malah kau terima dari orang lain yang tidak kau duga sebelumnya"Oleh sebab itu teruslah berbuat baik untukNya yang teramat sangat mengasihi dan mencintai mu dengan tulus dan kejarlah apa yang mendatangkan damai sejahtera."Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah" (Kolose 3 : 15)

RPP Perawatan Personal Komputer

0 komentar


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


1. Mata Pelajaran : Menginstalasi PC
2. Tingkat / Semester : X / Ganjil 2007/2008
3. Pertemuan ke : 4
4. Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ( 2 jam pelajaran )
5. Standar Kompetensi : Perawatan Personal komputer
6. Kompetensi Dasar : Peralatan / Komponen dan spesifikasi
7. Indikator : - Bagian /komponen PC, Pengkabelan dan sambungan peripheral diperiksa secara fisik menggunakan prosedur, cara/ Methode dan peralatan yang sudah ditentukan
- PC dan Peripheral terhindar dari korosi

I Tujuan Pembelajaran

- Siswa dapat menyebutkan komponen perawatan PC
- Siswa dapat menjelaskan 3 System Perawatan PC dengan baik dan benar

II Materi pokok

- Peralatan dan Bahan untuk Perawatan PC






- Peripheral Personal PC

Keyboard
Mouse
Scanner
Monitor
Printer
Motherboard
Processor
Memory
Vga card
Sound card
Harddisk
Floppy drive
Cd rom
Power supply


- Perawatan System
Tips Perawatan PC
1. Anti virus baik yang free atau bayaran sudah di install dan di update.
2. Usahakan menggunakan software Windows XP atau Vista yang asli,bukan bajakan karena yang asli bisa update selalu ke internet, sehingga sewaktu waktu kebocoran pada system windows bisa ditutup dengan cara update langsung via internet
3. Un install program yang tidak perlu




III. Metode Pembelajaran

a. Pengamatan.
b. demonstrasi
c. Tanya jawab

IV. Langkah-Langkah Pembelajara

NO
kegiatan
Pengorgani-
Sasian
Alokasi waktu
Life skill yang terlatihkan
A
KEGIATAN AWAL
- Salam pembuka dan berdoa.
Kelas


2 menit
Kesadaran sebagi makhluk Tuhan.

- Pretest: Siswa menjawab pertanyaan tentang sejauh mana bayangan materi yang akan diberikan.
5 menit
Mengidentifikasi kemampuan awal siswa.
- Menghubungkan materi yang telah dimiliki dengan bahan/kompetensi baru
5 menit
Komunikasi lisan.
B
KEGIATAN INTI
- Menyebutkan alat /bahan perawatan PC.
Kelas
10 menit
Komunikasi lisan.

- Menjelaskan fungsi masing-masing alat dan bahan untuk perawatan PC
15 menit
Komunikasi lisan.
Demonstrasi
- Menunjukkan komponen komputer



15 menit


Melaksanakan pengamatan.
Komunikasi lisan.






C
KEGIATAN AKHIR
- Guru menjelaskan kesimpulan akhir materi.
Kelas
5 menit
Mengolah informasi.
Memecahkan masalah.
- Guru meminta umpan balik dari siswa berupa Tanya jawab.
15 menit
- Guru mengevaluasi pembelajaran dengan Post test (tes tertulis)
15 menit
- Guru menutup pelajaran.

3 menit
Kesadaran sebagai makhluk Tuhan.
Kesadaran akan potensi diri.



V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR
a) Buku teori
b) Modul
c) Peripheral Komputer
d) LCD


VI. PENILAIAN
Penilaian tertulis.
SMKN 1 RANGAS
STANDAR KOMPETENSI:
Perawatan Personal komputer
KODE:
BIDANG:
Teknik Komputer Jaringan
WAKTU: 2 X 45 Menit
MATA DIKLAT:
Perakitan PC
KOMPETENSI DASAR:

Peralatan / Komponen dan spesifikasi
TANGGAL:
KELAS: X / TKJ
NAMA :
FAKTOR YANG DINILAI
URAIAN YANG DINILAI
SKOR
KET
MAX
DICAPAI
Penilaian Hasil belajar
a. PreTest:
1. Sebutkan Alat/Bahan untuk Perawatan PC
2. Tuliskan 3 perawatan system pada PC


5


5


1


b. Post Test:
1. Sebutkan Alat/Bahan untuk Perawatan PC
2. Tuliskan 3 perawatan system pada PC




5


5


JUMLAH SKOR
10


Kunci Jawaban :
a. Pre test:
1. Peralatan dan bahan Perawatan PC
a. Kuas
b. Penyedot Debu
c. Kain atau Tissue
d. Cairan pembersih atau cleaner.
2. Perawatan System Pada Pc
a. Anti virus baik yang free atau bayaran sudah di install dan di update.
b. Usahakan menggunakan software Windows XP atau Vista yang asli,bukan bajakan karena yang asli bisa update selalu ke internet, sehingga sewaktu waktu kebocoran pada system windows bisa ditutup dengan cara update langsung via internet
c. Un install program yang tidak perlu





b. Post Test : 1. Bahan Perawatan PC
a. Kuas
b. Penyedot Debu
c. Kain atau Tissue
d. Cairan pembersih atau cleaner.


2. Perawatan Pada System.

a. Anti virus baik yang free atau bayaran sudah di install dan di update.
b. Usahakan menggunakan software Windows XP atau Vista yang asli,bukan bajakan karena yang asli bisa update selalu ke internet, sehingga sewaktu waktu kebocoran pada system windows bisa ditutup dengan cara update langsung via internet
c. Un install program yang tidak perlu



Makale, 25 Agustus 2007


Mengetahui Guru Mata Diklat
Kepala SMK Negeri 1 Makale



Drs. Rede Roni Bare, M.Pd. Drs. Barto, S.ST
NIP. 131840039 NIP. 132057872

Teknologi Otomasi

0 komentar


Teknologi otomasi merupakan teknologi yang sangat tepat untuk sebuah sistem, khususnya sistem industri.
kesempatan ini saya akan tampilkan langkah membuat sensor resistansi yang toleransinya kecil. sensor ini dapt dibuat dengan mudah, menggunakan software protel, dan dicetak di atas PCB epoxy. kemudian disusun dalm suatu jembatan wheatstone. untuk interfacingnya, kita menggunakan mikrokontrol MCS51, LCD 2x16 dan transmitter sebuah komputer.

SPEKTRUM TIK 2009

0 komentar


DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA
KOMPETENSI KEAHLIAN : 1. REKAYASA PERANGKAT LUNAK (070)
2. TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (071)
3. MULTI MEDIA (072)


A. Dasar Kompetensi Kejuruan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Merakit personal computer

1.1 Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
1.2 Melakukan instalasi komponen PC
1.3 Melakukan keselamatan kerja dalam merakit komputer
1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen sistem operasi).
1.5 Menyambung periferal menggunakan Software
1.6 Memeriksa hasil perakitan PC dan pemasangan periferal.
2. Melakukan instalasi sistem operasi dasar2.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi
2.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual
2.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)
2.4 Melakukan troubleshooting.
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
3.2 Melaksanakan prosedur K3
3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup
3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.


B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Rekayasa Perangkat Lunak (070)STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR


1. Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar1.1 Menerapkan teori kelistrikan
1.2 Mengenal komponen elektronika
1.3 Menggunakan komponen elektronika
1.4 Menerapkan konsep elektronika digital
1.5 Menerapkan sistem bilangan digital
1.6 Menerapkan elektronika digital untuk komputer.
2. Menerapkan algoritma pemrograman tingkat dasar2.1 Menjelaskan struktur algoritma
2.2 Membuat alur logika pemrograman
2.3 Menjelaskan Data Flow Diagram (DFD)
2.4 Membuat diagram alir pemrograman
2.5 Menjelaskan varian dan invariant
2.6 Menerapkan pengelolaan array.
3. Menerapkan algoritma pemrograman tingkat lanjut
3.1 Menjelaskan prinsip array multi dimensi
3.2 Mengunakan array multi dimensi
3.3 Menggunakan prosedur dan fungsi
3.4 Menggunakan library pemrograman grafik.
4. Membuat basis data
4.1 Mengidentifikasi struktur hirarki basis data
4.2 Menjelaskan Entity Relationship Diagram (ERD)
4.3 Menerapkan normalisasi basis data
4.4 Membuat database management system (DBMS).
5. Menerapkan aplikasi basis data
5.1 Menjelaskan jenis perintah SQL
5.2 Membuat table basis data
5.3 Menerapkan query pada basis data
5.4 Membuat form basis data
5.5 Menerapkan macro pada basis data
5.6 Membuat report.
6. Memahami pemrograman visual berbasis desktop
6.1 Menjelaskan IDE aplikasi bahasa pemograman
6.2 Menjelaskan objek aplikasi bahasa pemograman
6.3 Menjelaskan user interface aplikasi bahasa pemograman
6.4 Menjelaskan tipe file
6.5 Menjalankan aplikasi.
7. Membuat paket software aplikasi berbasis desktop
7.4. Menjelaskan menu aplikasi
7.5. Menyiapkan sistem komputer
7.6. Mendemonstrasikan aplikasi paket installer
7.7. Menyimpan installer aplikasi
7.8. Menghubungkan aplikasi dengan basis data.
8. Mengoperasikan sistem operasi jaringan komputer8.1 Menjelaskan fungsi periferal jaringan komputer
8.2 Mengidentifikasikan ketersambungan jaringan
8.3 Mengoperasikan aplikasi jaringan komputer
8.4 Melakukan pemutusan jaringan.
9. Menerapkan bahasa pemrograman SQL tingkat dasar
9.1 Menjelaskan konsep pengoperasian bahasa pemrograman (SQL)
9.2 Mempersiapkan perangkat lunak SQL
9.3 Mendeskripsikan menu aplikasi SQL
9.4 Membuat tabel
9.5 Mengoperasikan tabel dan table view.
10. Menerapkan bahasa pemrograman SQL tingkat lanjut
10.1 Menentukan formula pembentukan data dengan batasan waktu
10.2 Membuat prosedur dan fungsi
10.3 Menulis kode program pembangkitan data dengan batasan waktu
10.4 Mengoperasikan trigger.
11. Menerapkan dasar-dasar pembuatan web statis tingkat dasar11.1 Menjelaskan konsep dasar dan teknologi Webpage
11.2 Menjelaskan struktur dokumen HTML
11.3 Menambahkan objek pada web
11.4 Membuat tabel pada web
11.5 Membuat Link pada web
11.6 Menyimpan dokumen
11.7 Menguji dokumen.
12. Membuat halaman web dinamis tingkat dasar
12.1 Menjelaskan konsep pembuatan halaman web dinamis
12.2 Mempersiapkan lingkungan teknis
12.3 Membuat halaman web dinamis sederhana
12.4 Menambahkan fungsi-fungsi pada halaman web dinamis
12.5 Menguji halaman web dinamis.
13. Membuat halaman web dinamis tingkat lanjut
13.1 Menjelaskan konsep pemrograman web dinamis
13.2 Mempersiapkan pembuatan aplikasi
13.3 Membuat web menggunakan bahasa script.
14. Merancang aplikasi teks dan desktop berbasis objek
14.1 Menjelaskan dasar-dasar pemrograman
14.2 Menerapkan fungsi
14.3 Menerapkan pointer
14.4 Menjelaskan class
14.5 Merancang aplikasi berorientasi objek.
15. Menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek
15.1 Menggunakan tipe data control program
15.2 Membuat class
15.3 Membuat inheritance, polimorphy, overloading, dan friends
15.4 Membuat interface dan paket
15.5 Mengkompilasi program berorientasi objek.
16. Merancang program aplikasi web berbasis objek
16.1 Menjelaskan file I/O (Input/Output), tipe data dan variable pada java programming
16.2 Menjelaskan exception handling
16.3 Menjelaskan applet
16.4 Menerapkan konektivitas basis data.
17. Membuat aplikasi basis data menggunakan SQL
17.1 Menjelaskan kebutuhan software
17.2 Membuat Entity Relationship Diagram (ERD)
17.3 Membuat Data Flow Diagram (DFD)
17.4 Mempersiapkan lembar kerja Basis Data
17.5 Menggunakan sintaks-sintaks khusus SQL
17.6 Membuat Query Basis Data.
18. Mengintegrasikan basis data dengan sebuah web
18.1 Menjelaskan prosedur pengintegrasian sebuah basis data dengan sebuah situs web
18.2 Mempersiapkan basis data
18.3 Membuat login pada basis data
18.4 Membuat koneksi basis data pada web
18.5 Menguji konektivitas basis data pada web.
19. Membuat program basis data
19.1 Menjelaskan konsep pembuatan DBMS berbasis Client-Server
19.2 Menggunakan SQL
19.3 Menggunakan stored procedures
19.4 Menggunakan triggers
19.5 Menggunakan administrasi SQL
19.6 Menjelaskan struktur program aplikasi
19.7 Menerapkan SQL.
20. Membuat aplikasi web berbasis JSP
20.1 Menjelaskan kebutuhan software
20.2 Menjelaskan dasar-dasar JSP
20.3 Membuat aplikasi web berbasis JSP
20.4 Menyiapkan server untuk aplikasi web berbasis JSP
20.5 Menyimpan state (kondisi) ke dalam server dan client.


2. Teknik Komputer dan Jaringan (071)
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar

1.2 Menerapkan teori kelistrikan
1.3 Mengenal komponen elektronika
1.4 Menggunakan komponen elektronika
1.5 Menerapkan konsep elektronika digital
1.6 Menerapkan sistem bilangan digital
1.7 Menerapkan elektronika digital untuk komputer.
2. Menerapkan fungsi peripheral dan instalasi PC2.1 Mengidentifikasi macam-macam periferal dan fungsinya
2.2 Menyambung/memasang periferal (secara fisik) dan periferal setup menggunakan software
2.3 Melakukan tindakan korektif.
3. Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal3.1 Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul
3.2 Mengklasifikasikan masalah berdasarkan kelompoknya
3.3 Mengisolasi permasalahan.
4. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang sistem PC4.1 Menjelaskan langkah perbaikan PC
4.2 Memperbaiki PC
4.3 Memeriksa hasil perbaikan sistem PC.
5. Melakukan perbaikan periferal5.1 Menjelaskan langkah perbaikan periferal yang bermasalah
5.2 Memperbaiki periferal
5.3 Memeriksa hasil perbaikan periferal.
6. Melakukan perawatan PC6.1 Menjelaskan langkah perawatan PC
6.2 Melakukan perawatan PC
6.3 Memeriksa hasil perawatan PC
6.4 Melakukan tindakan korektif.
7. Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan command line interface (CLI)7.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface)
7.2 Melaksanakan instalasi sistem operasi berbasis GUI sesuai Installation Manual
7.3 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi berbasis command line interface (CLI)
7.4 Melaksanakan instalasi sistem operasi berbasis text sesuai Installation Manual.
8. Melakukan instalasi software
8.1 Menjelaskan langkah instalasi software
8.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual
8.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)
8.4 Melakukan troubleshooting.
9. Melakukan instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area Network)9.1 Menentukan persyaratan pengguna
9.2 Membuat desain awal jaringan
9.3 Mengevaluasi lalu lintas jaringan
9.4 Menyelesaikan disain jaringan.
10. Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan
10.1 Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul
10.2 Menganalisa gejala kerusakan
10.3 Melokalisasi daerah kerusakan
10.4 Mengisolasi permasalahan.
11. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan11.1 Menjelaskan langkah persiapan untuk setting ulang koneksi jaringan
11.2 Melakukan perbaikan koneksi jaringan
11.3 Melakukan setting ulang koneksi jaringan
11.4 Memeriksa hasil perbaikan koneksi jaringan.
12. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User Interface) dan Text
12.1 Menjelaskan langkah instalasi software
12.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual
12.3 Mengkonfigurasi jaringan pada sistem operasi
12.4 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)
12.5 Melakukan troubleshooting.
13. Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)13.1 Menjelaskan persyaratan WAN
13.2 Mengidentifikasi spesifikasi WAN
13.3 Membuat disain awal jaringan WAN
13.4 Mengevaluasi lalu lintas jaringan
13.5 Menyelesaikan disain jaringan.
14. Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network)14.1 Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul
14.2 Memilah masalah berdasarkan kelompoknya
14.3 Melokalisasi daerah kerusakan
14.4 Mengisolasi masalah
14.5 Menyelesaikan masalah yang timbul.
15. Membuat desain sistem keamanan jaringan15.1 Menentukan jenis jenis keamanan jaringan
15.2 Memasang firewall
15.3 Mengidentifikasi pengendalian jaringan yang diperlukan
15.4 Mendesain sistem keamanan jaringan.
16. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
16.1 Menjelaskan langkah persiapan untuk setting ulang koneksi jaringan
16.2 Melakukan perbaikan koneksi jaringan
16.3 Melakukan setting ulang koneksi jaringan
16.4 Memeriksa hasil perbaikan koneksi jaringan.
17. Mengadministrasi server dalam jaringan
17.1 Memilih aplikasi untuk server
17.2 Memilih sistem operasi untuk jaringan
17.3 Memilih komponen server
17.4 Menetapkan spesifikasi server
17.5 Membangun dan mengkonfigurasi server
17.6 Menguji server
17.7 Memonitor kinerja jaringan.
18. Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network18.1 Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan
18.2 Meninjau masalah keamanan
18.3 Memasang dan mengkonfigurasi produk dan perangkat gateway
18.4 Mengkonfigurasi dan menguji titik jaringan
18.5 Mengimplementasi perubahan.
19. Merancang web data base untuk content server
19.1 Menentukan kebutuhan sistem
19.2 Menentukan prosedur recovery
19.3 Merancang arsitektur basis data
19.4 Mengklasifikasikan penggunaan basis data.


3. Multi Media (072)
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Memahami etimologi multimedia

1.1 Mendeskripsikan tentang multimedia
1.2 Menjelaskan multimedia content production
1.3 Menjelaskan multimedia communication.
2. Memahami alir proses produksi produk multimedia
2.1 Menjelaskan proses pre production multimedia
2.2 Menjelaskan proses production multimedia
2.3 Menjelaskan proses post production multimedia.
3. Merawat peralatan multimedia
3.1 Menjelaskan langkah-langkah perawatan peralatan multimedia
3.2 Melakukan perawatan peralatan multimedia
3.3 Membuat kartu perawatan peralatan multimedia.
4. Mengelola isi halaman web
4.1 Memeriksa informasi untuk relevansi dan currency
4.2 Memeriksa links dan navigasi
4.3 Mengedit informasi sesuai kebutuhan
4.4 Menguji dan memastikan perubahan perubahan.
5. Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi5.1 Menjelaskan prosedur pengoperasian kamera video
5.2 Mengoperasikan kamera video
5.3 Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar
5.4 Mengoperasikan kamera
5.5 Menata kabel-kabel kamera
5.6 Mengoperasikan clapper board.
6. Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk multimedia6.1 Menjelaskan kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana)
6.2 Membuat sketsa
6.3 Menggambar perspektif
6.4 Menggambar objek
6.5 Menggambar ilustrasi.
7. Menguasai cara menggambar kunci untuk animasi7.1 Menjelaskan syarat animasi
7.2 Membuat gambar kunci
7.3 Mengatur dan melengkapi gambar kunci.
8. Menguasai cara menggambar clean-up dan sisip8.1 Mendeskripsikan gambar yang asli
8.2 Membuat gambar-gambar asli
8.3 Mendeskripsikan gambar tiga dimensi
8.4 Membuat gambar tiga dimensi.
9. Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar)9.1 Mendeskripsikan syarat-syarat animasi
9.2 Membuat model warna dan tempat warna.
10. Menggabungkan teks kedalam sajian multimedia10.1 Menggunakan software teks multimedia
10.2 Mendesain teks multimedia.
11. Menggabungkan gambar 2D kedalam sajian multimedia11.1 Mengedit gambar digital
11.2 Menggunakan software grafik multimedia 2D
11.3 Menciptakan design grafik Multimedia 2D
11.4 Menampilkan karya seni digital 2D.
12. Menggabungkan fotografi digital kedalam sajian multimedia12.1 Menggunakan kamera digital
12.2 Menggabungkan foto digital kedalam rangkaian Multimedia
12.3 Menciptakan susunan karya seni foto digital dan grafik 2D.
13. Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia13.1 Menjabarkan format audio digital
13.2 Menggunakan software audio digital
13.3 Merancang audio digital
13.4 Membangun track audio digital.
14. Membuat story board aplikasi multimedia
14.1 Mengidentifikasi kebutuhan
14.2 Merencanakan alur isi story board
14.3 Medeskripsikan proses pelaksanaan dalam story board.
15. Memahami cara penggunaan peralatan tata cahaya.15.1 Menjelaskan dasar tata cahaya
15.2 Menjelaskan efek cahaya
15.3 Menyiapkan operasi lighting
16. Menerapkan efek khusus pada objek produksi
16.1 Mengidentifikasikan materi penunjang efek khusus
16.2 Menginstallasi software efek khusus
16.3 Membuat efek khusus pada obyek.
17. Menyusun proposal penawaran17.1 Menganalisa syarat-syarat proyek
17.2 Mengidentifikasi keterampilan yang sesuai dengan persyaratan laporan
17.3 Membuat rancangan biaya biaya dan sumber sumber yang ada
17.4 Membuat proposal
17.5 Membuat pengajuan permohonan tender.